Friday, October 7, 2016

Mimpi juga bagian dari Hidup


"Setelah bertahun-tahun aku baru mulai memberanikan diri untuk memposting ini, dan setelah bertahun-tahun aku menyadari arti puisi ini, salah satu puisi yang menjadi favorit kedua saya setelah 'Peri Kecil yang cantik' yang juga ditulis oleh salah satu penyemangat kala itu"  

Mimpi juga bagian dari hidup.
(J.B.N)


Untuk mu yang diambang kepasrahan hidup.
Pernahkah terlihatmu sekilas,
Orang orang berjas bersafari,
Orang-orang hebat bermartabat,
Yang dari wajahnya saja, kita bisa melihat bagaimana hidupnya?


Sedang dirimu sekedar melihat? Membisu?
Sekedar teriakan takkan mengubah hidup mu.
Jangan berpikir hidup ini tidak adil,
Karena mereka juga pun pernah bermimpi.

Mereka pernah sepertimu
Orang orang seperti mu, seperti kita,
Akan mati tanpa mimpi.


Hidup ini keras, teman.
Karena hidup pun takkan pernah mau membuat mu berpikir,
Perjalanan meraih mimpi mimpi itu akan mudah.
Jangan pernah pikir,
Di jalan yang baru takkan ada kerikil yang lepas.
Kalau mau hidup, kuatkan, yakinkan mimpi mu!


Untuk mu yang diambang kepasrahan hidup. Dengarlah.
Kau jangan hanya berpikir, akan jadi apa hidupmu.
Ada seseorang yang luar biasa dalam hidupmu,
Dia melihat mu, mimpinya.


Lihatlah dia dengan baju safari satu satunya,
Yang tidak dia gunakan untuk apapun,
Sekalipun untuk menemui presiden.
Dia hanya memakainya untuk mu,
Yang dia perjuangkan, bahkan engkaulah mimpinya.


Percayalah,
Kalau mimpi juga berkat Tuhan.
Mimpi itu dari Tuhan, sama seperti hidup.
Tuhan tak pernah memberi mimpi tak teraih,
Mimpi adalah bagian hidupmu,
Yang membawamu ke hidup yang kau harapkan

Surat dari masa depan


"Surat ini kudapatkan dari salah satu teman baik pada masa itu"


Dear Kamu yang sedang membaca,
                Aku adalah dirimu yang ada dimasa depan. Pada masa ku, mengirim surat ke masa lampau adalah hal yang trend. Sayangnya teknologinya masih kurang sempurna karena untuk melakukannya kita seakan-akan melempar botol berisi surat kelautan. Aku butuh orang lain supaya surat ini sampai kepadamu. Kalo surat ini berhasil kau baca, berarti eksperimen ku berhasil :D cihuuuy.
                 Hey,,,  pada masa ini aku merasa sangat bahagia. Aku berhasil mendapatkan semua yang kurencanakan dulu, yaaa meski ada yang hilang di beberapa poin. Sekalipun begitu, semuanya berjalan tak mudah. Aku harus berkali-kali harus jatuh bangun. Cobaan yang kudapatkan semakin lama semakin mengikis tembok kesabaranku. Tuhan yang menjadi sahabatku sepertinya belum mau merespon harapan ku. Orang-orang disekitarku yang seharusnya ada bersamaku malah menjegalku dari belakang. Pada saat itu aku sudah mulai merasa sangat takut.
                Seperti yang kukatakan di awal, pada akhirnya aku berhasil melalui semuanya. Aku bahagia. Aku mampu menari didalam badai, mengikuti setiap gaya yang diberikannya. Tuhan juga pada akhirnya menjawab doaku meski tidak sepenuhnya seperti yang kuharapkan. Yang pasti aku sekarang menjadi lebih baik. Aku menjadi suatu kebanggaan bagi orang yang kusayangi. Aku mampu melihat mereka tersenyum disetiap detiknya.
                Lalu, bagaimana dengan dirimu? Aku belum tahu pasti posisimu sekarang disana seperti apa. Tapi, aku ingin mengingatkanmu bahwa segala cobaan atau bahagia yang kau rasakan sekarang adalah bagian-bagian berharga dari hidupmu. Kau berhak merasa sedih sama halnya seperti kau berhak merasa bahagia. Kamu berhak menyesal sama seperti kamu berhak merasakan kesuksesan. Semua yang kau alami saat ini menjadikan hidupmu berharga. Percayalah, karena aku sudah melewati semua itu dan aku benar-benar merasa bangga diberikan kesempatan menjalaninya.
Kamu lebih cerdas, berbakat, dan kuat daripada apapun yang kamu pikir sekarang! Kamu cuma perlu lebih berani mengekspresikannya setiap hari. Kamu harus lebih sering menyayangi dirimu, karena tidak ada yang bisa membuatmu lebih bahagia daripada kamu sendiri. Kamu sangat berharga, karena itu hargailah dirimu sendiri. Kamu adalah orang terfavorit dalam hidupku, karena berkat kamulah aku bisa hidup, berkarya, sukses bahagia di jamanku ini. Asal tahu saja, kamu tidak akan pernah sendirian karena aku sudah, sedang dan akan selalu bersama kamu di sepanjang waktu. Aku ingin memelukmu saat ini juga, menepuk pundakmu dan membisikkan semuanya akan baik-baik saja, tapi aku tidak bisa.
Tampaknya, memori yang di simpan dalam surat ini sudah terlalu besar untuk suratku. Sampai disini dulu ya, dada.
Tertanda, kamu di masa depan

Tuesday, September 20, 2016

Tanda dari Tuhan

Halo, hari ini 20 september '16 saya mengikuti tes di PT Rusli Vinilon Indonesia. Jadwal tesnya adalah pukul 08.30 di Jl. Raden Saleh, Jakarta Pusat.  Sebenarnya sih, saya udah pernah dipanggil untuk mengikuti tes bulan juli kemarin, Tapi kebetulan saya ada urusan penting jadi saya ga dateng, baru selasa pagi kemarin saya dihubungin buat datang ikut tes lagi , yaudah saya pikir daripada ga ada kerjaan juga yaudah langsung cus berangkat. Seperti biasa nih saya selalu datang hampir nyaris terlambat alias tepat waktu banget. Saya tiba pukul 08.30 tepat di gedung vinilon dan bergegas menuju lantai 2. Sesampainya disana ternyata orang-orang udah pada kumpul dan kita disuruh buat isi formulir dari mereka. Tes yang akan dilaksanakan ternyata ada 2 tes yaitu tes psikotest dan interview hrd. Puji Tuhan saya lolos psikotes pertama dan langsung interview hrd pukul 14.00 Wib. 

So, disini saya bukan mau menjelaskan detail test yang saya ikuti namun saya ingin membagikan tentang bagaimana Tuhan menghibur dan memotivasi saya melalui orang lain. Disana saya bertemu dengan seorang perempuan saya lupa namanya :( yang jelas saya ingat betul wajah doi. hehe, Dia adalah angkatan 2010 dan baru lulus juga bulan 5 kemarin. Dia bersal dari Lampung dan emang sengaja merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Kebetulan bgt juga nih, dia juga lolos dan mau interview hrd juga. Karena pada saat gelombang interview itu hanya ada 2 orang perempuan saja yaitu saya dan dia maka kita pun akhirnya banyak ngobrol bareng apalagi pas urutan interview yang paling akhir adalah kita berdua. Otomoatis kita banyak waktu ngobrol dan juga tentang segala macem haha ( namanya juga wanita). 
Sebenarnya tidak ada spesial tentang obrolan kami berdua, tapi entah mengapa setelah bercerita satu sama lain saya merasa bahwa Tuhan itu ingin menyadarkan saya kalau saya itu unik,beda dari yang lain dan ngerasa bahwa saya adalah orang terpilih dan lahir untuk mejadi terbaik, hahaha. Why? Jujur, pertama kali saya menginjakkan kaki ke dalam ruangan tes saya langsung minder krn saya melihat sekeliling semua udah berumur dan rata2 pria yang udah separuh baya dan sudah memiliki pengalaman bekerja dan hendak melamar sebagai SPV disana!! Kebayang ga sih saya yang angkatan 2012 satu2nya dan masih baru freshgraduate harus bersaing dengan mereka semua yang angkatan tua. Ada yang kelahran 80 an dll. OMG. i can't explained wht it feels like. COZ ITS REALLY SUCKS. hahahaha. But, lewat doi saya mulai berfikir bahwa pasti ada sesuatu yang istimewa pada diri saya kenapa hrd bisa memilih dan memanggil saya diantara beribu orang yang berpengalaman atau bahkan fresh graduate yang lebih bagus lainnya. Dan it's make me so proud to my self! 

Doi cerita sama saya banyaknya pengalaman yang udah dia dapet selama interview atau tes2 lainnya. and i got the point, if u want work here just show just the way you are to them! Tell them the truth and yang paling penting jangan berpura "baik" di depan mereka! because they already know how exactly you are! Mereka hanya ingin lihat bagaimana kejujuran kia saat melakukan interview dan karna meraka lulusan psikologi pastinya mereka bisa nebak kalo kita buat kepribadian yang dibuat2 atau enggak. The point is jika kita mau wawancara atau psikotes atau tes kerja lainnya saya sarankan untuk jadilah dirimu sendiri, jangan mengubah kepribadian kita hanya untuk masuk ke perusahaan tersebut, karna nanti pada ujungnya jika kita diterima disana namun dengan pribadi yang palsu saya yakin kita ujung2nya keluar dari pekerjaan tersebut karna merasa tidak cocok, jika mereka memberikan pertanyaan apakah sesuai dengan kepribadian kita maka lebih baik kita jujur. Katakan iya jika iya dan tidak suka kalau tidak suka. Karena setelah km mengatakan hal yang sesuai dengan hatimu maka kita dapat menjamin bahwa pekerjaan yang kita pilih sangat cocok kepada kita. 
Ga penting bagaiman hasil yang akan keluar, apakah kita diterima bekerja atau tidak, setidaknya kita dapat jujur dengan diri sendiri agar kita juga dapat jujur dengan orang lain, dan hal inilah yang sangat jarang ada si dalam diri jobseeker lainnya. Kita cenderung menyesuaikan atau memaksakan kepribadian yang seharusnya bukan kepribadian kita hanya untuk diterima di perusahaa tersebut. DO IT FOR YOURSELF AND YOU WILL NOT REGRET IT. dan hari ini saya sangat bangga akan diri saya so congratulation feb! and ga lupa say thanks to kakak yang memeberi inspirasi dan semangatnya tadi!

Monday, September 19, 2016

Full of stars


Satu lagi kebanggan atas diri saya yang bisa saya acungin jempol. Selamat ya feb sudah berhasil mencoba hal baru dan saya bangga telah menjadi dirimu. So what is that? Well, ini mungkin bukan hal yang besar namun saya sangat berbangga atas diriku yang mau dan keluar dari zona nyaman. Pada waktu saya mendatangi jobfair saya mencoba came on tes sebagai seorang reporter. Pertama mikir ga berani dan terlalu takut untuk mencoba. Dlama hati ada kejanggalan, otak mengatakan tidak bisa but my hearts say different! But akhirnya setelah bergumul selama 1 jam akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti kata hati saya. Dan akhirnya dengan tekad yang kuat saya mmeberanikan diri. Kalau diingat-ingat saya sangat membenci atau bahkan selalu menghindar posisi sebagai reporter dengan alasa klasik yaitu gak bisa ngomong depan orang banyak atau something else yang buat mental jadi down banget. But i really dont know how its happened and its work!! Satu pelajaran yang bisa saya ambil pada hari itu adalah “If u give just one chance to yourself, just one chance! You will suprise what the result is” Dan emang bener saat udah selelasai mengikuti tes direct came on, saya semakin berani dan ingin mengeksplore lagi dan ternyata ga sesulit yang kita bayangkan untuk membawa berita di depan kamera yang dilihat oleh banyak orang. Sya ga mempermasalahkan saya berhasil atau berapa bagus saya melakukannya, namun saya sangat menghargai kemauan diri saya untuk mau mencoba dan pastinya ga akan menyesal di kemudian hari! So guys if u wanna a big things happens in your life, just do it what you should do and hadapi rasa takut kamu dan berani untuk keluar dari zona nyaman because i just prove it and its really workkk!!! Big applause to my self again
cause your the sky full of stars..


Sunday, September 18, 2016

Keluarga Baru


Mungkin kemarin di pikiranku sempat terlintas kemana dan dengan siapa aku akan pergi setelah menyelesaikan pendiidkan S1 ku, sempat takut dan khawatir bakalan hidup sendiri di ibukota nantinya. Ternyata Tuhan ga diam aja, Dia udah nyiapin segala sesuatunya yang kubutuhkan buat masa depannku. Jadi, sehabis aku kuliah di Bandung, aku pernah bilang pulang dulu ke kampung sebelum mencari pekerjaan. Setalah itu aku sama sekali belum kebayang mau lanjut stay di kota kembang atau mengungsi ke ibukota. Kebetulan aku teringat dengan janji ku dan marni kalau kita udah beres kuliah kita bakalan tinggal bareng, dan akhirnya it was happend!! Akhirnya mulai bulan 8 kemarin aku resmi buka lembaran hidup baru untuk tinggal di ibukota bersama temenku marni dan kakaknya,kak rina. honestly aku sangat merasa beruntung bisa bertemu dengan mereka dan akhirnya tinggal seatap bareng. Aku merasa seperti ada di dalam rumah, dan selama 2 bulan ini aku sangat happy dan membuka lembaran hidup baru di keluarga yang baru. Wish happiness selalu menyertai kita semua. 
aku,marni,kak rina,bang anson (calon abg ipar)

Saturday, August 13, 2016


Happy Graduation Marni!

Satu lagi kebahagian bertambah hari ini yang membuktikan bahwa begitu berlimpah berkat Tuhan dalam hidupku, hari ini tepatnya tanggal 13 Agustus salah satu sahabat saya wisuda,tentunya saya sangat bahagia untuknya.  Namanya Marni, sering ku sebut “nik” atau “cin”. Marni dan aku kenal sewaktu bangku SMA dan berlanjut sampai sekarang. Sedikit cerita tentang marni, dia adalah salah satu sahabat terbaik yang ada. Kenapa? Mulai dari kelas 2 SMA kita kemana-mana bareng,punya hobby yang sama yaitu dance *haha, sama-sama lemot dan suka cabut les hanya untuk latihan dance dengan anggota Bibi & Baba. Bahkan sewaktu kuliah kita juga sama-sama masuk Universitas yang sama yah meskipun jurusannya ga sama. Jujur sih sewaktu kuliah kita jarang banget ketemu tapi setalah udah beres kuliah kita baru jalan bareng lagi, bahkan sekarang satu kosan bareng dan sama-sama berjuang buat mencari pekerjaan.
Wish buat Marni, selamat udah bisa meraih gelar baru nik ingat selalu bersyukur atas apa yang Tuhan kasih buatmu dan pastinya semoga tercapai impianmu, aku pasti selalu ada buat mendukung! Apapun yang menjadi impian ku dan impian mu semuanya bisa terwujud. I love you nik to the moon and never back 


Friday, August 12, 2016

Awal Hidup #Part1


Pengalaman yang tak tergantikan

Semua ada masanya

Sekali lagi aku berkata kepada diriku apa artinya sebuah keberhasilan?
Pada tanggal 04 Maret 2016 aku merasa keberhasilan adalah di saat aku dapat menyelesaikan  jenjang penddikan S1 ku selama 3,5 belakangan ini. Lelah yang kurasakan terbayar sudah demi selembar ijazah,sebuah toga,selembar slide multimedia besar yang bertuliskan namaku dengan predikat cumlaude di bawahnya dan yang paling istimewa adalah sekuntum bunga mawar yang kupersembahkan untuk ibu ku di hari kelulusanku. Air mata beliau lah menjadikanku sangat bahagia dan merasa semuanya sudah terbayar. Jika diingat-ingat, momen itu adalah titik kurva tertinggi dalam grafik kehidupanku. Aku bagai berada di atas awan dan merasa sangat bangga atas diriku sendiri. Ya, mungkin itu (dulunya) arti keberhasilan menurutku.
Selama aku masuk kuliah,aku tidak tahu nantinya akan mau jadi apa,bagaimana, dan ingin bekerja dimana sekalipun. Aku, seorang job seeker (saat ini). Aku masih ingat tepat pada tanggal 14 Juli 2012 pertama kali aku masuk ke dunia perkuliahan di Universitas Telkom di kota Bandung, berjarak puluhan ribu kilometer dari tempat asalku,jurusan yang kuambil pada saat itu Ilmu Komunikasi,sebuah jurusan yang sangat tidak “familar” bagiku, mengingat aku dulunya adalah program IPA sewaktu SMA. Tapi takdir emang sudah ditentukan oleh Nya meskipun aku tidak mengetahui betul jurusan tersebut,puji Tuhan aku masih bisa melaluinya dengan baik bahkan melewati garis baik.
Back to the topik, sehabis aku wisuda aku beserta ibu ku pulang ke kampung halaman, alasan yang sangat sederhana yaitu karena aku sudah lulus paling tidak aku menggunakan kesempatan tiket pulang ini karena nanti kata ibuku jikalau sudah bekerja aku akan susah untuk pulang lagi. Tidak ada salahnya kupikir, jadi aku pulang selama kurang lebih 2 minggu kemudia aku kembali ke kota Bandung. Setelah aku kembali aku mencoba memasukan lamaran ke banyak perusahaan dan mengikuti jobfair-jobfair yang ada. Namun tidak ada satu pun yang “nyangkut” Begitu banyak tes yang kuikuti tapi aku selalu gagal. Aku depresi. Aku merasa tertekan karena kalah dalam ujian tersebut. Untuk itu aku mencoba konsultasi dengan kedua orangtuaku apakah aku bisa kembali pulang karena kebetulan pada saat itu bulan puasa dan pasti lah sedikit perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Dan untungnya kedua orang tuaku setuju dan aku kembali pulang setalah hanya 2 minggu di Bandung.
Namun tanpa diketahui kedua orangtua ku, alasan sesungguhnya aku ingin kembali pulang adalah karena aku depresi akibat selalu gagal mengikuti tes. Aku seorang pengecut yang bersembunyi setelah gagal dan takut untuk mencoba lagi. Bukan hanya kedua orangtuaku yang ku bohongi,namun aku juga berbohong pada diri ku sendiri. Sungguh sangat ironis jika mengingatnya,bahkan saat ini hatiku merasa dingin dan perutku merasa mual jika aku mengingat betapa pengeutnya diriku saat itu. Aku depresi dan mulai membandingkan diriku dengan orang lain. Peranyaan demi pertanyaan selalu muncul dalam otakku,mengapa ini semua bisa terjadi? Apa yang salah terhadap diriku? Mengaoa aku selalu berada di zona nyaman ku? Hal in adalah sebuah keputusan terburuk dalam hidupku yang mengantarkan aku dalam sebuah penyesalan. Aku sangat menyesal telah mengikuti jiwa pengecutku dan tidak mau melawannya.
Hari demi hari kujalani dengan perasaan yang sangat bersalah, ketakutan selalu datang menghampiriku. Aku takut untuk mencoba lagi dan aku takut gagal lagi. Semua ketakutan ku tertutupi denga kepura-puraan ku merasa tegar dan selalu beranggapan bahwa semua sudah disediakan oleh Tuhan. Tapi nyatanya, aku tidak mengimani perkataanku itu bahkan aku melarikan diri dari semuanya, dari teman-temanku yang sudah bekerja,media sosial,sahabt-sahabatku, dan dari semua orang yang mengenalku. Aku takut mereka apakah aku telah mendapatkan pekerjaan atau tidak. Aku benci dengan pertanyaan seperti itu. Tak terbayangkan bagiaman jadinya jika aku mendengar kalimat itu diucapkan kepadaku. Depresiku juga semakin bertambah dengan terjadinya sebuah pertengkaran dengan 2 orang sahabtku, aku tidak dapat mengatakan bahwa ini adalah pertegkaran karena masalahnya adalah aku dikhianati. Jadi kejadian ini bermula ketika salah satu sahabatku mengalami kecelakaan dan selama dia sakit aku lah yang menjaga dan merawatnya di rumah sakit, namun mungkin Tuhan memang ingin menunjukkan sesuatu yang harus kulihat dengan mata kepalaku. Pada saat sahabtku terbaring tidur, aku secara tidak sengaja melihat obrolan percakapan yang ada di dalam telepon genggamnya. Aku melihat mereka berdua menngatakan hal-hal yang negatif tentang diriku dan menganggap aku adalah orang yang tidak pantas untuk ditemani. Sontak saja aku langung merinding,gemetaran melihat obrolan tersebut. Hatiku menjerit, seumur-umur dalam hidupku baru kali ini aku dikhianati oleh sahabat-sahaba  t yang sangat kusayangi dengan tulus. Memang benar kata orang dulu tentang peribahasa”Karena nila setitik,usak susu sebelanga”. Persahabatan yang kami jalani selama 4 tahun seketika terputus karena masalah yang sangat kecil. Namun aku tahu di balik Tuhan menunjukkan ini semua, pasti ada makna terselubung yang Tuhan ingin tunjukkan kepadaku. Dan aku selalu mencoba bersyukur atas apa yang telah ditunjukkan Nya kepadaku.  


Monday, March 21, 2016

Hujan yang merindukanmu

Ga sengaja ketemu sebuah puisi karya Marco.
Lagi-lagi mendapati "sign" dari semesta bahwa hati ini merindumu. 

Wednesday, March 16, 2016

One of my Favorite Drama




It’s Okay that’s Love

Pertama kali melihat judulnya saya langsung dapat menebak drama ini adalah drama ber-genre komedi romantic, dan benar tebakan saya benar.  Drama ini dibintangi oleh Jo In Sung dan Gong Hyo Jin. Popularitas dari Gong Hyo Jin tak bisa di ragukan lagi, bakat actingnya yang luar biasa mampu mencuri perhatian saya, dimulai dari serial drama Master Sun saya semakin menyukai acting dari Gong Hyo Jin. Menurut saya karakter tokoh dalam drama ini sangat cocok dengan Gong Hyo Jin yang fashionable, wanita karir mandiri dan kuat. Saya sangat menyukai karakter seperti itu.  Bukan hanya Gong Hyo Jin saja yang fashionable, tetapi hamper semua tokoh dari drama ini menunjukkan gaya fashion yang unik dan menarik. Gaya Fashion yang fresh, trendy, unik dan simple. Pertama kali saya berfikir bahwa saya hanya tertarik menonton ini karena adanya aktris Gong Hyo Jin, ternyata saya salah kemampuan acting dari Jo In Sung juga sangat memukau dan dapat megimbangi Hyo Jin, dan dapat saya katakana saya sangat mengidolakan pasangan drama ini. Kedua pasangan ini mempunyai chemistry yang sangat kuat yang membuat penonton sekana terhanyut dan merasakan kebahagian dari mereka, Ah saya jadi senyum-senyum sendiri jika sedang menontonnya. Hihi.

Selain dari segi acting dan gaya busana yang menarik dari drama ini, saya juga sangat menyukai gaya music yaitu setiap lagu yang diputar untuk tokoh Jang Jae Yeol. Muali dari soundtracknya Cross My Mind-Twin Forks, Family of The Year-Hero, Ship and The Globe-Kae Sun dan masih banyak lagi lagu yang saya sangat suka. Bisa dibilang sih, jenis music seperti itu saya sangat suka jadi nyambung deh, hehehe. Setelah menonton drama ini saya sering memutar lagu-lagunya.

Jika dilihat dari segi cerita dan pengambilan gambar, sangat menarik menurut saya. Drama ini  bercerita tentang perjalanan hidup seorang dokter psikolog dan seorang penulis novel yang mempunyai sakit jiwa meskipun dia tidak menyadari penyakitnya. Dalam drama ini memberikan pelajaran bagi saya bahwa setiap orang di dunia ii mempunyai penyakit jiwa akibat sebuah traumamasa lalu tetapi banyak dari kita yang tidak menyadarinya, mulai dari level yang aman atau masih dapat dikendalikan hingga ke level yang berbahaya dan tidak dapat dikendalikan jika tidak diobati segera. Dan pada akhirnya sebesar apa pun penyakit jiwa itu akhirnya dapat disembuhkan jika kita mampu menerima kenyataan dalam ketenangan  hati dan dapat mengenali siapa diri kita sendiri. Saya sangat mengapresiasi drama ini karena cerita yang diberikan sangat unik, fresh dan bukan hanya sekedar drama romantic seperti kebanyakan saat ini. Drama ini banyak menambah pengetahuan saya mengenai jenis-jenis penyakit jiwa, dan saya dapat mengambil moral positif. Dan tentu saja ini merupakan salah satu drama korea favorit saya, bagi kalian yang belum menonton drama ini saya sangat merekomendasikannya. Selamat menonton.

Saturday, March 12, 2016


Sebuah kalimat menghangatkan hati datang siang ini, mungkin di foto tidak terlalu jelas, tapi di dalam hati kamu jelas bagiku,
Okey, hari ini sangat berbeda, hati ini tidak merasa seperti kemarin, Bahagia, ya aku bahagia melihat kamu bahagia, aku pun juga bisa merasakan bagaimana hatimu merasa pada saat itu. "Bukan jarak yang membuat aku merindu, tetapi karena kamu ada dalam hati ini"
Terimakasih kamu, karna sudah bahagia disana.



Salam manis,
L

Saturday, March 5, 2016

03 Februari 2016
"Selamat tinggal" bukan kata yang tepat untuk melambangkan hari ini. Aku hanya bisa bilang "Take care" buat kamu yang disana. Setiap pagi, setiap menit, bahkan setiap detik ga ada waktu sedikit pun buat tak mmbiarkan kenangan tentangmu berada dalam hati ini. Sudah lewat sebulan. Ya. Keliatannya ga kerasa, tapi andai kamu tahu apa yang ada dalam hati ini, terlebih jika teringat semua momen yang membuat ku terusik untuk memaksa mengingatmu. Ah, itu sangat menggangu fikiran ku. Mungkin, aku tak menunjukkanya pada kamu, hanya saja aku belum terbiasa dengan jarak berjuta killometer ini.
Kamu tau apa yang paling menyakitkan buatku? Menyadari bahwa kita dibentengi oleh banyak dimensi. Sulit? Ya. Sangat sulit. Perbedaan budaya, perbedaan waktu, perbedaan suhu,dan lain-lainya yang menjadi penghambat bersatunya kepingan rindu ini. Kamu mau aku biasa aja? Tidak. Aku tak bisa. Kenyataaanya gak seperti itu, semua ketopengan yang aku munculkaan kini semakin membuat ku sakit/ Haha. Mau menangis? Capek. Menangis dalam hati? Sudah kulakukan.
Apa kamu mengingat bahwa aku tak punya tempat untuk kembali merasa pulang selain berada di sisi kamu? atau kamu lupa kalau Rumah itu adalah kamu? Aku harus mengerti? Ya, harus. Titik.
Banyaknya sakit yang kurasakan ga sebanding dengan rasa rindu ini kepada kamu. Mau dikata apa? Mau mundur? Eh, udah terlanjur sayang. Gada gunanya. Menangis hati ini jika aku kembali menyadari bahwa kamu ga ada.
Untuk 09 Februari 2016,
Untuk 14 Februari 2016,
Untuk 16 Februari 2016,
Untuk 25 Februari 2016,
Ah,begitu banyak hari penting tanpa kamu. Mau kecewa sama siapa? Mau marah sama siapa?
Februari mengajarkan banyak hal kepadaku, kenangan tentang kamu. Ya, aku suka bulan Februari, bulan penuh cinta aku menyebutnya. Kenyataanya tidak. Begitu banyak hal yang terjadi yang tidak bisa kuatasi sendiri tanpa kamu.
Hati ini merindumu.



From your second home
With love, Feb

Friday, January 22, 2016

Bunga Teratai

Pernah lihat bunga teratai? Salah satu bunga yang membuat ku menyadari bahwa hidup perlu untuk berbahagia. Kesepian? Nikmati saja. Justru dengan adanya rasa ini,kita semakin dapat mengerti bahwa hidup perlu untuk berbahagia. Suatu sore aku bertanya kepada seseorang, "Aku bingung,mengapa Tuhan menciptakan manusia kaya dan manusia miskin? Tak bisa kah saja Tuhan membuat semua orang bercukupan?". Tetapi dia menjawab dengan singkat sambil tersenyum, "Tuhan menciptakannya agar manusia gak lupa untuk bersyukur Feb". Aku tersenyum dan menyeletuk dalam hati bahwa perkataanya membuatku menyadari bahwa hidup ga akan terasa berat jika kita mau untuk mengucap syukur kepada Sang Pencipta. 

Monday, January 18, 2016

Bunga Tidur

waktu menunjukkan pukul 00.54 dini haari. Waktu yang bagi orang pada umumnya adalah waktu until melepaslan segala keterikatan aktivitas nya seharian. Namun bagi Tia, waktu INI adalah waktu yang sangat ditakutkan oleh nya. Suasana pada waktu ini kurang disukai olehnya. Gelap. Dingin. Tenang. Sepi. Hening. Waktu dimana alam fikrannya mulai melewati batas sadar yang keluar secara liar Dan ingin bebas dalam otaknya. Kali ini dia mekikirkan satu hal yang membuat hatinya gelisah alhir-akhir ini. Sesuatu yang sangat menyedihkan jika diingat. Tia memikirkan tentang ibunya. Bagi Tia, ibunya adalah sosok jelmaan Tuhan yang hidup Dan bisa dilihat oleh Mata kepala nya. Dia percaya dnlan meyakini bahwa DIA sudah menyediakan tencana yang berbeda-beda setiap orang. Dan baginya-atas kehendak Nya- apa pun yang sudah ditakdirkan kepadanya itulah yang menjadi terbaik dalam garis tangannya. Bukan takdir, tapi rancangan dia percaya.