"Setelah bertahun-tahun aku baru mulai memberanikan diri untuk memposting ini, dan setelah bertahun-tahun aku menyadari arti puisi ini, salah satu puisi yang menjadi favorit kedua saya setelah 'Peri Kecil yang cantik' yang juga ditulis oleh salah satu penyemangat kala itu"
Mimpi juga bagian dari hidup.
(J.B.N)
Untuk mu yang diambang kepasrahan hidup.
Pernahkah terlihatmu sekilas,
Orang orang berjas bersafari,
Orang-orang hebat bermartabat,
Yang dari wajahnya saja, kita bisa melihat bagaimana hidupnya?
Sedang dirimu sekedar melihat? Membisu?
Sekedar teriakan takkan mengubah hidup mu.
Jangan berpikir hidup ini tidak adil,
Karena mereka juga pun pernah bermimpi.
Mereka pernah sepertimu
Orang orang seperti mu, seperti kita,
Akan mati tanpa mimpi.
Hidup ini keras, teman.
Karena hidup pun takkan pernah mau membuat mu berpikir,
Perjalanan meraih mimpi mimpi itu akan mudah.
Jangan pernah pikir,
Di jalan yang baru takkan ada kerikil yang lepas.
Kalau mau hidup, kuatkan, yakinkan mimpi mu!
Untuk mu yang diambang kepasrahan hidup. Dengarlah.
Kau jangan hanya berpikir, akan jadi apa hidupmu.
Ada seseorang yang luar biasa dalam hidupmu,
Dia melihat mu, mimpinya.
Lihatlah dia dengan baju safari satu satunya,
Yang tidak dia gunakan untuk apapun,
Sekalipun untuk menemui presiden.
Dia hanya memakainya untuk mu,
Yang dia perjuangkan, bahkan engkaulah mimpinya.
Percayalah,
Kalau mimpi juga berkat Tuhan.
Mimpi itu dari Tuhan, sama seperti hidup.
Tuhan tak pernah memberi mimpi tak teraih,
Mimpi adalah bagian hidupmu,
Yang membawamu ke hidup yang kau harapkan






