Monday, March 21, 2016
Wednesday, March 16, 2016
One of my Favorite Drama
It’s Okay that’s Love
Pertama kali melihat judulnya
saya langsung dapat menebak drama ini adalah drama ber-genre komedi romantic,
dan benar tebakan saya benar. Drama ini
dibintangi oleh Jo In Sung dan Gong Hyo Jin. Popularitas dari Gong Hyo Jin tak
bisa di ragukan lagi, bakat actingnya yang luar biasa mampu mencuri perhatian
saya, dimulai dari serial drama Master Sun saya semakin menyukai acting dari Gong
Hyo Jin. Menurut saya karakter tokoh dalam drama ini sangat cocok dengan Gong
Hyo Jin yang fashionable, wanita karir mandiri dan kuat. Saya sangat menyukai
karakter seperti itu. Bukan hanya Gong
Hyo Jin saja yang fashionable, tetapi hamper semua tokoh dari drama ini
menunjukkan gaya fashion yang unik dan menarik. Gaya Fashion yang fresh, trendy,
unik dan simple. Pertama kali saya berfikir bahwa saya hanya tertarik menonton
ini karena adanya aktris Gong Hyo Jin, ternyata saya salah kemampuan acting dari
Jo In Sung juga sangat memukau dan dapat megimbangi Hyo Jin, dan dapat saya katakana
saya sangat mengidolakan pasangan drama ini. Kedua pasangan ini mempunyai
chemistry yang sangat kuat yang membuat penonton sekana terhanyut dan merasakan
kebahagian dari mereka, Ah saya jadi senyum-senyum sendiri jika sedang
menontonnya. Hihi.
Selain dari segi acting dan gaya
busana yang menarik dari drama ini, saya juga sangat menyukai gaya music yaitu setiap lagu yang diputar untuk tokoh Jang Jae Yeol.
Muali dari soundtracknya Cross My Mind-Twin Forks, Family of The Year-Hero,
Ship and The Globe-Kae Sun dan masih banyak lagi lagu yang saya sangat suka.
Bisa dibilang sih, jenis music seperti itu saya sangat suka jadi nyambung deh,
hehehe. Setelah menonton drama ini saya sering memutar lagu-lagunya.
Jika dilihat dari segi cerita dan
pengambilan gambar, sangat menarik menurut saya. Drama ini bercerita tentang perjalanan hidup seorang
dokter psikolog dan seorang penulis novel yang mempunyai sakit jiwa meskipun
dia tidak menyadari penyakitnya. Dalam drama ini memberikan pelajaran bagi saya
bahwa setiap orang di dunia ii mempunyai penyakit jiwa akibat sebuah traumamasa
lalu tetapi banyak dari kita yang tidak menyadarinya, mulai dari level yang
aman atau masih dapat dikendalikan hingga ke level yang berbahaya dan tidak dapat
dikendalikan jika tidak diobati segera. Dan pada akhirnya sebesar apa pun
penyakit jiwa itu akhirnya dapat disembuhkan jika kita mampu menerima kenyataan
dalam ketenangan hati dan dapat
mengenali siapa diri kita sendiri. Saya sangat mengapresiasi drama ini karena
cerita yang diberikan sangat unik, fresh dan bukan hanya sekedar drama romantic
seperti kebanyakan saat ini. Drama ini banyak menambah pengetahuan saya
mengenai jenis-jenis penyakit jiwa, dan saya dapat mengambil moral positif. Dan
tentu saja ini merupakan salah satu drama korea favorit saya, bagi kalian yang
belum menonton drama ini saya sangat merekomendasikannya. Selamat menonton.
Saturday, March 12, 2016
Sebuah kalimat menghangatkan hati datang siang ini, mungkin di foto tidak terlalu jelas, tapi di dalam hati kamu jelas bagiku,
Okey, hari ini sangat berbeda, hati ini tidak merasa seperti kemarin, Bahagia, ya aku bahagia melihat kamu bahagia, aku pun juga bisa merasakan bagaimana hatimu merasa pada saat itu. "Bukan jarak yang membuat aku merindu, tetapi karena kamu ada dalam hati ini"
Terimakasih kamu, karna sudah bahagia disana.
Salam manis,
L
Saturday, March 5, 2016
03 Februari 2016
"Selamat tinggal" bukan kata yang tepat untuk melambangkan hari ini. Aku hanya bisa bilang "Take care" buat kamu yang disana. Setiap pagi, setiap menit, bahkan setiap detik ga ada waktu sedikit pun buat tak mmbiarkan kenangan tentangmu berada dalam hati ini. Sudah lewat sebulan. Ya. Keliatannya ga kerasa, tapi andai kamu tahu apa yang ada dalam hati ini, terlebih jika teringat semua momen yang membuat ku terusik untuk memaksa mengingatmu. Ah, itu sangat menggangu fikiran ku. Mungkin, aku tak menunjukkanya pada kamu, hanya saja aku belum terbiasa dengan jarak berjuta killometer ini.
Kamu tau apa yang paling menyakitkan buatku? Menyadari bahwa kita dibentengi oleh banyak dimensi. Sulit? Ya. Sangat sulit. Perbedaan budaya, perbedaan waktu, perbedaan suhu,dan lain-lainya yang menjadi penghambat bersatunya kepingan rindu ini. Kamu mau aku biasa aja? Tidak. Aku tak bisa. Kenyataaanya gak seperti itu, semua ketopengan yang aku munculkaan kini semakin membuat ku sakit/ Haha. Mau menangis? Capek. Menangis dalam hati? Sudah kulakukan.
Apa kamu mengingat bahwa aku tak punya tempat untuk kembali merasa pulang selain berada di sisi kamu? atau kamu lupa kalau Rumah itu adalah kamu? Aku harus mengerti? Ya, harus. Titik.
Banyaknya sakit yang kurasakan ga sebanding dengan rasa rindu ini kepada kamu. Mau dikata apa? Mau mundur? Eh, udah terlanjur sayang. Gada gunanya. Menangis hati ini jika aku kembali menyadari bahwa kamu ga ada.
Untuk 09 Februari 2016,
Untuk 14 Februari 2016,
Untuk 16 Februari 2016,
Untuk 25 Februari 2016,
Ah,begitu banyak hari penting tanpa kamu. Mau kecewa sama siapa? Mau marah sama siapa?
Februari mengajarkan banyak hal kepadaku, kenangan tentang kamu. Ya, aku suka bulan Februari, bulan penuh cinta aku menyebutnya. Kenyataanya tidak. Begitu banyak hal yang terjadi yang tidak bisa kuatasi sendiri tanpa kamu.
Hati ini merindumu.
From your second home
With love, Feb
"Selamat tinggal" bukan kata yang tepat untuk melambangkan hari ini. Aku hanya bisa bilang "Take care" buat kamu yang disana. Setiap pagi, setiap menit, bahkan setiap detik ga ada waktu sedikit pun buat tak mmbiarkan kenangan tentangmu berada dalam hati ini. Sudah lewat sebulan. Ya. Keliatannya ga kerasa, tapi andai kamu tahu apa yang ada dalam hati ini, terlebih jika teringat semua momen yang membuat ku terusik untuk memaksa mengingatmu. Ah, itu sangat menggangu fikiran ku. Mungkin, aku tak menunjukkanya pada kamu, hanya saja aku belum terbiasa dengan jarak berjuta killometer ini.
Kamu tau apa yang paling menyakitkan buatku? Menyadari bahwa kita dibentengi oleh banyak dimensi. Sulit? Ya. Sangat sulit. Perbedaan budaya, perbedaan waktu, perbedaan suhu,dan lain-lainya yang menjadi penghambat bersatunya kepingan rindu ini. Kamu mau aku biasa aja? Tidak. Aku tak bisa. Kenyataaanya gak seperti itu, semua ketopengan yang aku munculkaan kini semakin membuat ku sakit/ Haha. Mau menangis? Capek. Menangis dalam hati? Sudah kulakukan.
Apa kamu mengingat bahwa aku tak punya tempat untuk kembali merasa pulang selain berada di sisi kamu? atau kamu lupa kalau Rumah itu adalah kamu? Aku harus mengerti? Ya, harus. Titik.
Banyaknya sakit yang kurasakan ga sebanding dengan rasa rindu ini kepada kamu. Mau dikata apa? Mau mundur? Eh, udah terlanjur sayang. Gada gunanya. Menangis hati ini jika aku kembali menyadari bahwa kamu ga ada.
Untuk 09 Februari 2016,
Untuk 14 Februari 2016,
Untuk 16 Februari 2016,
Untuk 25 Februari 2016,
Ah,begitu banyak hari penting tanpa kamu. Mau kecewa sama siapa? Mau marah sama siapa?
Februari mengajarkan banyak hal kepadaku, kenangan tentang kamu. Ya, aku suka bulan Februari, bulan penuh cinta aku menyebutnya. Kenyataanya tidak. Begitu banyak hal yang terjadi yang tidak bisa kuatasi sendiri tanpa kamu.
Hati ini merindumu.
From your second home
With love, Feb
Subscribe to:
Posts (Atom)



