Saturday, March 5, 2016

03 Februari 2016
"Selamat tinggal" bukan kata yang tepat untuk melambangkan hari ini. Aku hanya bisa bilang "Take care" buat kamu yang disana. Setiap pagi, setiap menit, bahkan setiap detik ga ada waktu sedikit pun buat tak mmbiarkan kenangan tentangmu berada dalam hati ini. Sudah lewat sebulan. Ya. Keliatannya ga kerasa, tapi andai kamu tahu apa yang ada dalam hati ini, terlebih jika teringat semua momen yang membuat ku terusik untuk memaksa mengingatmu. Ah, itu sangat menggangu fikiran ku. Mungkin, aku tak menunjukkanya pada kamu, hanya saja aku belum terbiasa dengan jarak berjuta killometer ini.
Kamu tau apa yang paling menyakitkan buatku? Menyadari bahwa kita dibentengi oleh banyak dimensi. Sulit? Ya. Sangat sulit. Perbedaan budaya, perbedaan waktu, perbedaan suhu,dan lain-lainya yang menjadi penghambat bersatunya kepingan rindu ini. Kamu mau aku biasa aja? Tidak. Aku tak bisa. Kenyataaanya gak seperti itu, semua ketopengan yang aku munculkaan kini semakin membuat ku sakit/ Haha. Mau menangis? Capek. Menangis dalam hati? Sudah kulakukan.
Apa kamu mengingat bahwa aku tak punya tempat untuk kembali merasa pulang selain berada di sisi kamu? atau kamu lupa kalau Rumah itu adalah kamu? Aku harus mengerti? Ya, harus. Titik.
Banyaknya sakit yang kurasakan ga sebanding dengan rasa rindu ini kepada kamu. Mau dikata apa? Mau mundur? Eh, udah terlanjur sayang. Gada gunanya. Menangis hati ini jika aku kembali menyadari bahwa kamu ga ada.
Untuk 09 Februari 2016,
Untuk 14 Februari 2016,
Untuk 16 Februari 2016,
Untuk 25 Februari 2016,
Ah,begitu banyak hari penting tanpa kamu. Mau kecewa sama siapa? Mau marah sama siapa?
Februari mengajarkan banyak hal kepadaku, kenangan tentang kamu. Ya, aku suka bulan Februari, bulan penuh cinta aku menyebutnya. Kenyataanya tidak. Begitu banyak hal yang terjadi yang tidak bisa kuatasi sendiri tanpa kamu.
Hati ini merindumu.



From your second home
With love, Feb

No comments:

Post a Comment