"Surat ini kudapatkan dari salah satu teman baik pada masa itu"
Dear Kamu yang sedang membaca,
Aku
adalah dirimu yang ada dimasa depan. Pada masa ku, mengirim surat ke masa
lampau adalah hal yang trend. Sayangnya teknologinya masih kurang sempurna
karena untuk melakukannya kita seakan-akan melempar botol berisi surat
kelautan. Aku butuh orang lain supaya surat ini sampai kepadamu. Kalo surat ini
berhasil kau baca, berarti eksperimen ku berhasil :D cihuuuy.
Hey,,,
pada masa ini aku merasa sangat bahagia. Aku berhasil mendapatkan semua
yang kurencanakan dulu, yaaa meski ada yang hilang di beberapa poin. Sekalipun
begitu, semuanya berjalan tak mudah. Aku harus berkali-kali harus jatuh bangun.
Cobaan yang kudapatkan semakin lama semakin mengikis tembok kesabaranku. Tuhan
yang menjadi sahabatku sepertinya belum mau merespon harapan ku. Orang-orang
disekitarku yang seharusnya ada bersamaku malah menjegalku dari belakang. Pada
saat itu aku sudah mulai merasa sangat takut.
Seperti
yang kukatakan di awal, pada akhirnya aku berhasil melalui semuanya. Aku bahagia.
Aku mampu menari didalam badai, mengikuti setiap gaya yang diberikannya. Tuhan juga
pada akhirnya menjawab doaku meski tidak sepenuhnya seperti yang kuharapkan.
Yang pasti aku sekarang menjadi lebih baik. Aku menjadi suatu kebanggaan bagi
orang yang kusayangi. Aku mampu melihat mereka tersenyum disetiap detiknya.
Lalu,
bagaimana dengan dirimu? Aku belum tahu pasti posisimu sekarang disana seperti
apa. Tapi, aku ingin mengingatkanmu bahwa segala cobaan atau bahagia yang kau
rasakan sekarang adalah bagian-bagian berharga dari hidupmu. Kau berhak merasa
sedih sama halnya seperti kau berhak merasa bahagia. Kamu berhak menyesal sama
seperti kamu berhak merasakan kesuksesan. Semua yang kau alami saat ini
menjadikan hidupmu berharga. Percayalah, karena aku sudah melewati semua itu dan aku
benar-benar merasa bangga diberikan kesempatan menjalaninya.
Kamu
lebih cerdas, berbakat, dan kuat daripada apapun yang kamu pikir sekarang! Kamu cuma perlu lebih berani
mengekspresikannya setiap hari. Kamu harus lebih sering menyayangi dirimu, karena tidak ada yang bisa
membuatmu lebih bahagia daripada kamu sendiri. Kamu sangat berharga, karena itu
hargailah dirimu sendiri. Kamu adalah orang
terfavorit dalam hidupku, karena berkat kamulah aku bisa hidup, berkarya,
sukses bahagia di jamanku ini. Asal tahu saja, kamu tidak akan pernah
sendirian karena aku sudah, sedang dan akan selalu bersama kamu di sepanjang
waktu. Aku ingin memelukmu saat ini juga, menepuk pundakmu dan membisikkan
semuanya akan baik-baik saja, tapi aku tidak bisa.
Tampaknya, memori yang di simpan dalam
surat ini sudah terlalu besar untuk suratku. Sampai disini dulu ya, dada.
Tertanda, kamu di masa depan
No comments:
Post a Comment